Senin, 13 April 2015

Apa itu Sistem Informasi Manajemen?



Definisi SIM, Sistem Informasi Manajemen Informasi dapat diibaratkan sebagai darah yang mengalir di dalam tubuh manusia, seperti halnya informasi di dalam sebuah perusahaan yang sangat penting untuk mendukung kelangsungan perkembangannya, sehingga terdapat alasan bahwa informasi sangat dibutuhkan bagi sebuah perusahaan. Akibat bila kurang mendapatkan informasi, dalam waktu tertentu perusahaan akan mengalami ketidakmampuan mengontrol sumber daya, sehingga dalam mengambil keputusan-keputusan strategis sangat terganggu, yang pada akhirnya akan mengalami kekalahan dalam bersaing dengan lingkungan pesaingnya. Disamping itu, sistem informasi yang dimiliki seringkali tidak dapat bekerja dengan baik.

Masalah utamanya adalah bahwa sistem informasi tersebut terlalu banyak informasi yang tidak bermanfaat atau berarti (sistem terlalu banyak data). Memahami konsep dasar informasi adalah sangat penting (vital) dalam mendesain sebuah sistem informasi yang efektif (effective business system). Menyiapkan langkah atau metode dalam menyediakan informasi yang berkualitas adalah tujuan dalam mendesain sistem baru.

Sebuah perusahaan mengadakan transaksi-transaksi yang harus diolah agar bisa menjalankan kegiatannya sehari-hari. Daftar gaji harus disiapkan, penjualan dan pembayaran atas perkiraan harus dibutuhkan: semua ini dan hal-hal lainnya adalah kegiatan pengolahan data dan harus dianggap bersifat pekerjaan juru tulis yang mengikuti suatu prosedur standar tertentu.

Komputer bermanfaat utnuk tugas-tugas pengolahan data semacam ini, tetapi sebuah sistem informasi menajemen melkasanakan pula tugas-tugas lain dan lebih dari sekedar sistem pengolahan data. Adalah sistem pengolahan informasi yang menerapkan kemampuan komputer untuk menyajikan informasi bagi manajemen dan bagi pengambilan keputusan.

Sistem informasi manajeman digambarkan sebagai sebuah bangunan piramida dimana lapisan dasarnya terdiri dari informasi, penjelasan transaksi, penjelasan status, dan sebagainya. Lapisan berikutnya terdiri dari sumber-sumber informasi dalam mendukung operasi manajemen sehari-hari. Lapisan keriga terdiri dair sumber daya sistem informasi untuk membantu perencanaan taktis dan pengambilan keputusan untuk pengendalian manajemen. Lapisan puncak terdiri dari sumber daya informasi utnuk mendukung perencanaan dan perumusan kebijakan oleh tingkat manajemen.

Definisi sistem informasi manajemen, istilah yang umum dikenal orang adalah sebuah sistem manusia/mesin yang terpadu (intregeted) untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem ini menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) komputer, prosedur pedoman, model manajemen dan keputusan, dan sebuah data base.

Konsep Dasar Informasi
Terdapat beberapa definisi, antara lain :
1. Data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.

2. Sesuatu yang nyata atau setengah nyata yang dapat mengurangi derajat ketidakpastian tentang suatu keadaan atau kejadian. Sebagai contoh, informasi yang menyatakan bahwa nilai rupiah akan naik, akan mengurangi ketidakpastian mengenai jadi tidaknya sebuah investasi akan dilakukan.

3. Data organized to help choose some current or future action or nonaction to fullfill company goals (the choice is called business decision making)

Fungsi / Manfaat Sistem Informasi Manajemen
Supaya informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi dapat berguna bagi manajamen, maka analis sistem harus mengetahui kebutuhan-kebutuhan informasi yang dibutuhkannya, yaitu dengan mengetahui kegiatan-kegiatan untuk masing-masing tingkat (level) manajemen dan tipe keputusan yang diambilnya. Berdasarkan pada pengertian-pengertian di atas, maka terlihat bahwa tujuan dibentuknya Sistem Informasi Manajemen atau SIM adalah supaya organisasi memiliki informasi yang bermanfaat dalam pembuatan keputusan manajemen, baik yang meyangkut keputusan-keputusan rutin maupun keputusan-keputusan yang strategis.

Sehingga SIM adalah suatu sistem yang menyediakan kepada pengelola organisasi data maupun informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas organisasi.

Beberapa manfaat ataufungsi sistem informasi antara lain adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan akurat bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya prantara sistem informasi.

2. Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis.

3. Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.

4. Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung sistem informasi.

5. Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi.

6. Mengantisipasi dan memahami konsekuensi-konsekuensi ekonomis dari sistem informasi dan teknologi baru.

7. Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem.

8. Organisasi menggunakan sistem informasi untuk mengolah transaksi-transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka.

9. Bank menggunakan sistem informasi untuk mengolah cek-cek nasabah dan membuat berbagai laporan rekening koran dan transaksi yang terjadi.

Apa Itu MySQL ?

Pengertian Database MySQL

MySQL adalah sistem manajemen database SQL yang bersifat Open Source dan paling populer saat ini. Sistem Database MySQL mendukung beberapa fitur seperti multithreaded, multi-user, dan SQL database managemen sistem (DBMS). Database ini dibuat untuk keperluan sistem database yang cepat, handal dan mudah digunakan.

Ulf Micheal Widenius adalah penemu awal versi pertama MySQL yang kemudian pengembangan selanjutnya dilakukan oleh perusahaan MySQL AB. MySQL AB yang merupakan sebuah perusahaan komersial yang didirikan oleh para pengembang MySQL. MySQL sudah digunakan lebih dari 11 millar instalasi saat ini. Informasi-informasi terbaru mengenai MySQL dapat diperoleh dengan mengunjungi http://www.mysql.com/ .

Kelebihan MySQL
Berikut ini beberapa kelebihan MySQL sebagai database server antara lain :

Source MySQL dapat diperoleh dengan mudah dan gratis.
Sintaksnya lebih mudah dipahami dan tidak rumit.
Pengaksesan database dapat dilakukan dengan mudah.
MySQL merupakan program yang multithreaded, sehingga dapat dipasang pada server yang memiliki multiCPU.
Didukung programprogram umum seperti C, C++, Java, Perl, PHP, Python, dsb.
Bekerja pada berbagai platform. (tersedia berbagai versi untuk berbagai sistem operasi).
Memiliki jenis kolom yang cukup banyak sehingga memudahkan konfigurasi sistem database.
Memiliki sistem sekuriti yang cukup baik dengan verifikasi host.
Mendukung ODBC untuk sistem operasi Windows.
Mendukung record yang memiliki kolom dengan panjang tetap atau panjang bervariasi.
MySQL dan PHP merupakan sistem yang saling terintegrasi. Maksudnya adalah pembuatan database dengan menggunakan sintak PHP dapat di buat. Sedangkan input yang di masukkan melalui aplikasi web yang menggunakan script serverside seperti PHP dapat langsung dimasukkan ke database MySQL yang ada di server dan tentunya web tersebut berada di sebuah web server.

Apa Itu Apache OpenOffice ?

Apache OpenOffice (dahulu OpenOffice.org) adalah sebuah paket aplikasi perkantoran berkode sumber terbuka (open source) yang dapat diperoleh secara gratis. Paket tersebut termasuk komponen-komponen pengolah kata (word processor), lembar kerja (spreadsheet), presentasi, ilustrasi vektor, dan gudang data (database). Apache OpenOffice ditujukan sebagai saingan bagi Microsoft Office dan dapat dijalankan di atas berbagai platform, di antaranya Windows, Solaris, Linux, dan Mac OS X. Apache OpenOffice mendukung standar dokumen terbuka untuk pertukaran data, dan dapat digunakan tanpa biaya.

Apache OpenOffice dibuat berdasarkan kode dari StarOffice, sebuah office suite yang dikembangkan oleh StarDivision dan diakuisisi oleh Sun Microsystems pada Agustus 1999, yang kemudian diakuisisi oleh Oracle pada tahun 2010. Pada tahun 2011, proyek ini dikembangkan oleh Apache Software Foundation. Kode sumber dari suite ini dilepas sebagai proyek sumber terbuka pada Juli 2000, dengan tujuan mendobrak dominasi pasar dari Microsoft Office dengan menyediakan pilihan yang berbiaya rendah, berkualitas tinggi, dan terbuka. Kode asal untuk suite aplikasi ini tersedia dibawah dua lisensi perangkat lunak yang berbeda: LGPL dan SISSl; dari versi 2.0 sampai versi 3.3, dia hanya tersedia di bawah LGPL; dari versi 3.4, dia tersedia di bawah Apache License.

Proyek dan perangkat lunak disebut sebagai "OpenOffice", tetapi pengatur proyek melaporkan bahwa istilah ini adalah sebuah merk dagang yang dipegang oleh kelompok lain, sehingga mengharuskan mereka mengambil "OpenOffice.org" sebagai nama resminya, dan juga disingkat OOo. Setelah Apache mengembangkan proyek ini, mereka mengambil "Apache OpenOffice" sebagai nama resminya menggantikan nama "OpenOffice.org", dan juga disingkat AOO menggantikan singkatan OOo.


Kelebihan Open Office dibanding Microsoft Office

Ketersediaan source code

OpenOffice.org adalah free/open source software. Artinya, source code OpenOffice.org tersedia dan bisa dimanfaatkan dengan sangat fleksibel (sesuai lisensi GNU LGPL). Dari sisi lisensi, ini artinya pengguna tidak perlu mengeluarkan sepeser uangpun untuk membeli lisensi penggunaan. Pengguna mungkin perlu mengeluarkan sedikit uang untuk membeli buku panduan atau media instalasi OpenOffice.org.
Ketersediaan source code juga memiliki nilai tambah. Diantaranya, kita tidak bergantung pada satu perusahaan tertentu. Siapa saja, selama menuruti lisensi yang digunakan, bisa mengembangkan sendiri paket Office berbasis OpenOffice.org. Bukan pekerjaan yang sederhana, tapi kita bisa melakukannya.
Katakanlah suatu hari pengembang OpenOffice.org sudah tidak berminat mengembangkan lagi, akan muncul kelompok-kelompok lain (mahasiswa/akademisi, yayasan, perusahaan, pemerintah, siapapun) yang bisa mengembangkan dengan legal.

Berjalan pada banyak platform

Microsoft Office hanya berjalan secara natif pada Windows dan Macintosh. Artinya, kalau Anda sekarang menggunakan Windows dan Microsoft Office dan suatu saat ingin berpindah ke Linux, maka Anda kehilangan Microsoft Office.
Sementara, OpenOffice.org berjalan pada Windows, Macintosh, Linux, UNIX, BSD. Anda berpindah dari Windows ke Linux? Linux ke Solaris? Anda akan tetap menjumpai OpenOffice.org dan tetap bisa produktif. Dengan menggunakan OpenOffice.org, Anda bisa menggunakan banyak pilihan sistem operasi.

Kompatibel dengan Microsoft Office dan format office lainnya

Dengan menggunakan OpenOffice.org, kita tetap bisa membuka dan menyimpan dokumen-dokumen yang dihasilkan dari Microsoft Office. Tidak masalah. Kompatibilitas dengan MS Office memang tidak sempurna tapi pastinya, sudah sangat baik dan semakin dikembangkan.
Tidak hanya itu, OpenOffice.org juga bisa membuka dan menyimpan dokumen dari banyak paket office lain. Sebut saja WordPerfect, Lotus dan AutoCAD. Dengan menggunakan OpenOffice.org, Anda bisa bekerja dengan banyak format dokumen.

Format OpenDocument yang terbuka dan fleksibel

OpenOffice.org 2.x menggunakan format dokumen OpenDocument, yang sangat terbuka. Siapa saja bisa membaca spesifikasi format dokumen tersebut.
Dari sisi teknis, kita bahkan mungkin mengamati isi dokumen tanpa memiliki program OpenOffice.org terinstall, walaupun akan cukup kerepotan untuk membaca.
Pihak yang memiliki kepentingan tertentu bisa pula mengimplementasikan paket Office yang mampu membaca dan menyimpan ke format OpenDocument. Sudah cukup banyak program yang bisa membuka dan menyimpan format OpenOffice.org.
Pemerintah juga sebaiknya mendistribusikan dokumen/template dalam format terbuka, dan memastikan semua rakyat – baik yang bisa membeli ataupun tidak bisa membeli paket office yang digunakan – tetap bisa membaca/menggunakan dokumen/template yang didistribusikan.
Selama spesifikasi teknis dokumen tersedia, kita – sebagai pemilik dokumen – aman.

Ekspor ke PDF dan format lain dengan mudah

Dengan menggunakan OpenOffice.org, dokumen yang kita buat bisa langsung diekspor ke format lain, seperti PDF atau Flash dengan mudah, tanpa membutuhkan program atau pustaka tambahan.
Microsoft memang menyediakan plugin Save as PDF (bebas download) untuk Office 2007, namun OpenOffice.org sudah datang dengan fungsionalitas ini sejak dulu, terintegrasi dan tidak hanya untuk format PDF, melainkan masih banyak format lain.
Macro dalam berbagai bahasa pemrograman
Macro dapat digunakan untuk mengembangkan fungsionalitas Office. Dengan OpenOffice.org, macro dapat dibangun dengan berbagai bahasa pemrograman seperti Python dan Javascript, disamping OpenOffice.org Basic. Dukungan bahasa ini akan terus bertambah.

Akses database yang luas dan transparan

OpenOffice.org datang dengan dukungan database yang luas. Dengan dukungan berbagai driver natif, ODBC dan JDBC, Anda bisa menghubungkan OpenOffice.org dengan hampir semua database system populer yang ada di dunia ini.
OpenOffice.org sejak versi 2.x bahkan datang dengan database front end Base yang sangat mirip dengan Microsoft Access.

Wizard untuk konversi dokumen MS Office

Punya satu folder (dengan struktur yang rumit) berisikan banyak dokumen MS Office baik Word, Excel atau PowerPoint? Ingin mengkonversikan ke format OpenOffice.org? Mudah. Cukup akses saja menu File -> Wizards -> Document Converter. Anda akan dipandu sehingga proses konversi bisa dilakukan dengan mudah dan cepat.

Sangat customizeable

Ingin mengubah sebagian besar user interface OpenOffice.org? Bosan dengan menu bar default? Hanya ingin menampilkan satu atau dua menu saja? Ingin mengganti icon default? Gunakan menu yang ada dan dalam sekejap, tampilan OpenOffice.org Anda dijamin berbeda dengan pengguna lain!
Ingin lebih cepat? Edit saja file konfigurasi XML-nya.

User interface yang konsisten antar komponen

Arsitektur program OpenOffice.org dan sistem komponennya dikembangkan dengan sangat baik. Salah satu akibatnya, user interface Writer, Calc, Impress dan komponen lain sangatlah konsisten. Kita bahkan bisa membangun macro untuk memanggil komponen tertentu dari OpenOffice.org.

Efek Transien Rangkaian RC


1.    Efek Transien Rangkaian RC adalah Rangkaian Listrik yang tidak dapat dipisahkan dari elemen atau komponen. Yaitu terdiri dari elemen aktif dan pasif atau komponen listrik aktif dan pasif.

2.    Fungsi Kapasitor dalam komponen elektronika adalah sebagai penyimpan muatan listrik, selain fungsi tersebut kapasitor juga dapat digunakan sebagai penyaring frekuensi. Dalam muatan listrik terdapat kapasitas penyimpanan kemampuan kapasitor yang dinamakan Farad dengan simbol “F”. Simbol dari kapasitor sendiri adalah C (kapasitor).

3.    Pengertian resistor adalah salah satu komponen elekronika yang berfungsi sebagai penahan arus yang mengalir dalam suatu rangkaian dan berupa terminal dua komponen elektronik yang menghasilkan tegangan pada terminal yang sebanding dengan arus listrik yang melewatinya sesuai dengan hukum Ohm (V = IR).
Fungsi resistor adalah sebagai pengatur dalam membatasi jumlah arus yang mengalir dalam suatu rangkaian.
Resistor pada rangkaian elektronik biasanya digunakan untuk mengurangi tegangan atau mencocokkan level tegangan. Lha kalau nggak pakai resistor, rangkaian nggak bisa bekerja.

4.   Jika diketahui rumus : VC = VCO . e-t/RC , bagaimana cara menetukan nilai konstanta waktu dari rumus tersebut?

perkalian hambatan R dengan kapasitas kapasitor C dinamakan konstanta waktu.
cara menentukan nilai konstanta dari rumus diatas ialah:konstanta waktu = RC -> t=R.C

 5.  Konstanta waktu adalah waktu itu akan mengambil untuk perbedaan potensial di seluruh kapasitor (dalam rangkaian RC) untuk meningkatkan ke tingkat yang sama sebagai tegangan yang dikenakan. Tegangan kapasitansi bermuara di rata-rata eksponensial. Tegangan atas kapasitor juga jatuh pada tingkat yang sama.

6.   Rangkaian AC adalah rangkaian yang memiliki arusbolak-balik. Kapasitor dan induktor saat diberi sumber tegangan AC akan memiliki impedansi yang dapat mempengaruhi rangkaian.
Impedansi adalah perbandingan phasor tegangandan phasor arus.  

Apa Itu LaTeX ?

LaTeX adalah bahasa markup atau sistem penyiapan dokumen untuk peranti lunak TeX. Tex merupakan program komputer yang digunakan untuk membuat typesetting suatu dokumen, atau membuat formula matematika. LaTeX memungkinkan penulis/penggunanya untuk melakukan typesetting dan mencetak hasil kerjanya dalam bentuk tipografi yag terbaik. Oleh karenanya LaTeX paling banyak digunakan oleh para matematikawan, ilmuwan, insinyur, akademisi, dan profesional lainnya. Pada awalnya LaTeX ditulis pada awal 1980-an oleh Leslie Lamport di SRI International. Versi paling mutakhir adalah LateX2e.

Beberapa keuntungan menggunakan LaTeX ialah :

Memiliki format dokumen yang terstruktur sehingga membuat dokumen terlihat sangat profesional dan sempurna.
Segala jenis formula matematis dapat dituliskan dengan mudah.
List gambar, List tabel, Daftar Pustaka, footnote bahkan daftar isi dapat secara otomatis dibuat oleh program.
LaTeX melatih dan memaksa pengguna untuk membuat dokumen dengan struktur yang baik dan benar, sehingga tidak terjadi kerancuan dalam penulisan.
Kerugian menggunakan LaTeX:

Sangat sulit untuk menuliskan dokumen yang tidak terstruktur.
Memerlukan kecerdasan manusia.
LaTeX merupakan perangkat lunak bebas, dan didistribusikan sesuai dengan ketentuan LaTeX Project Public License (LPPL) yang artinya LaTeX dapat digunakan oleh siapapun, menggunakan mesin komputer apapun, semuanya gratis.

Saat ini para pengguna LaTeX dimudahkan oleh TeX editor, beberapa TeX editor yang terkenal ialah Kile, Texmaker, dan Texworks.

Perkembangan Bahasa C++

Bahasa C++ merupakan perkembangan dari bahasa C. Bahasa C pertama kali disusun oleh Dennis Ritchie pada tahun 1972 di laboratorium AT&BELL, suatu laboratorium tempat merancang sistem operasi UNIX yang sangat terkenal. Mengapa bahasa ini diberi nama bahasa C?

Sejarah perkembangan bahasa C dimulai pada saat Ken Thompson membuat bahasa B untuk sistem operasi UNIX. Huruf B diambil dari nama depan laboratorium tersebut, BELL. Karena banyak mengalami kesulitan, bahasa B dikembangankan menjadi bahasa C dengan beberapa penambahan tipe data dan sintaks baru oleh Dennis Ritchie. Pertama kali, bahasa C dimaksudkan untuk pembuatan sistem operasi UNIX.

Dennis Ritchie dan Brian Kernighan pada tahun 1978 mempublikasikan buku berjudul The C Programming Language. Dalam perkembangan selanjutnya, bahasa C menjadi bahasa pemrograman yang luas. Bahasa ini sangat powerful dan fleksibel, sehingga berkembang secara cepat. Beberapa perusahaan mulai mengembangkan utilitas untuk melengkapi bahasa C, sehingga terdapat beberapa versi bahasa C yang berbeda-beda.

Pada tahun 1983 American National Standards Institute (ANSI) membakukan bahasa C dalam bentuk standar C ANSI atau yang disebut C ANSI. Seluruh perusahaan dalam mengembangkan bahasa C, mengacu pada standar ini. Bahasa C secara luas digunakan untuk pemrograman terstrukutur. Beberapa perusahaan yang mengembangkan bahasa C antara lain Borland yang mengembangkan  Borland C dan Turbo C serta Microsoft yang mengembangkan Ms. C. Selain itu ada compiler C yang dikembangkan pada platform linux yang disebut GNU C.

Dalam perkembangan cara pembuatan program, dari teknik pemrograman terstruktur berkembang menjadi apa yang disebut pemrogrman berorientasi objek (object oriented programming atau OOP). Bahasa C juga mengalami perkembangan sesuai berkembangnya cara pemrograman.

Pada tahun 1986 Bjarne Stroustrup dari laboratorium AT&T BELL, mengembangkan bahasa C menjadi bahasa C++ yang dapat digunakan untukpemrograman berorientasi objek. Fasilitas tambahan yang diberikan pada bahasa C++ adalah tipe data class. Tipe data class digunakan untuk mendukung objek pada bahasa C++.

Dengan perkembangan ini, Borland mengembangkan Borland C menjadi Borland C++, Turbo C menjadi Turbo C++. Demikian juga dengan Microsoft yang mengembangkan Ms. C menjadi Ms. C++. Dalam platform linux GNU C juga dikembangkan menjadi GNU C++.

Bahasa C++ adalah bahasa yang meggunakan compiler untuk translator dari kode program menjadi bahasa mesin. Bahasa C++ mempunyai dua beban yaitu harus mendukung pemrograman terstruktur menggunakan bahasa C dan pemrograman berorientasi objek menggunakan bahasa C++. Dengan demikian, program dalam bahasa C dapat dikompile menggunakan kompiler C++, tetapi program dalam bahasa C++ tidak dapat dikompile menggunakan kompiler C.

Algoritma Kompresi Data


Algoritma Shannon-Fano dan Algortima Huffman. Walaupun saat ini sudah bukan lagi proses coding yang menghasilkan kompresi paling optimal namun algoritma Shannon-Fano dan Algoritma Huffman adalah dua algoritma dasar yang sebaiknya dipahami oleh mereka yang mempelajari tentang kompresi data.

1. Algoritma Shannon-Fano
Teknik coding ini dikembangkan oleh dua orang dalam dua buah proses yang berbeda, yaitu Claude Shannon di Bell Laboratory dan R.M. Fano di MIT, namun karena memiliki kemiripan maka akhirnya teknik ini dinamai dengan mengggabungkan nama keduanya. Pada dasarnya proses coding dengan algoritma ini membutuhkan data akan frekuensi jumlah kemunculan suatu karakter pada sebuah pesan. Tiga prinsip utama yang mendasari algoritma ini adalah:
a.  Simbol yang berbeda memiliki kode yang berbeda
b. Kode untuk symbol yang sering muncul memiliki jumlah bit yang lebih sedikit dan  sebaliknya symbol yang jarang muncul memiliki kode dengan jumlah bit lebih besar.
c. Walaupun berbeda jumlah bit-nya tetapi kode harus tetap dikodekan secara pasti (tidak     ambigu).
Berikut adalah langka-langkah Algoritma Shannon-Fano :
1. Buatlah tabel yang memuat frekuensi kemunculan dari tiap karakter.
2. Urutkan berdasar frekuensi tersebut dengan karakter yang frekuensinya paling sering muncul berada di atas dari daftar (descending).
3. Bagilah 2 tabel tersebut dengan jumlah total frekuensi pada bagian atas mendekati jumlah total frekuensi pada bagian bawah (lihat tabel 3).
4. Untuk bagian paro atas berikan kode 0 dan pada paro bawah berikan kode
5. Ulangi langkah 3 dan 4 pada masing-masing paro tadi hingga seluruh symbol selesai dikodekan.

2. Algoritma Huffman
Algoritma Huffman memiliki kemiripan karakteristik dengan Algoritma Shannon-Fano. Masing-masing simbol dikodekan dengan deretan bit secara unik dan simbol yang paling sering muncul mendapatkan jumlah bit yang paling pendek. Perbedaan dengan Shannon-Fano adalah pada proses pengkodean. Jika algoritma Shannon-Fano membangun tree dengan pendekatan top-down, yaitu dengan memberikan bit pada tiap-tiap simbol dan melakukannya secara berurutan hingga seluruh leaf mendapatkan kode bit masing-masing. Sedangkan algoritma Huffman sebaliknyamemberikan kode mulai dari leaf secara berurutan hingga mencapai root.

Prosedur untuk membangun tree ini sederhana dan mudah dipahami. Masing-masing simbol diurutkan sesuai frekuensinya, frekuensi ini dianggap sebagai bobot dari tiap simbol, dan kemudian diikuti dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Dua node bebas dengan bobot terendah dipasangkan.
2. Parent node untuk kedua node pada langkah sebelumnya dibuat. Jumlahkan frekuensi keduanya dan gunakan sebagai bobot.
3. Sekarang parent node berperan sebagai node bebas.
4. Berikan kode 0 untuk node kiri dan 1 untuk node kanan.
5. Ulangi langkah di atas sampai hanya tersisa satu node. Sisa satu node inilah yang disebut sebagai root.


Modeling

Jika coding adalah roda dari sebuah mobil maka modeling adalah mesinnya. Sebaik apapun algoritma untuk melakukan coding tanpa model yang baik kompresi data tidak akan pernah terwujud. Kompresi Data Lossless pada umumnya diimplementasikan menggunakan salah satu dari dua tipe modeling, yaitu statistical atau dictionary-based. Statistical-modeling melakukan prosesnya menggunakan probabilitas kemunculan dari sebuah symbol sedangkan dictionary-based menggunakan kode-kode untuk menggantikan sekumpulan symbol.

1. Statistical Modeling
Pada bentuk paling sederhananya, statistical-modeling menggunakan tabel statis yang berisi probabilitas kemunculan suatu karakter atau symbol. Tabel ini pada awalnya bersifat universal, sebagai contoh pada bahasa Inggris karakter yang paling sering muncul adalah huruf “e” maka karakter ini memiliki 9 probabilitas tertinggi pada file teks yang berbahasa Inggris.
Menggunakan tabel universal pada akhirnya tidak memuaskan para ahli kopresi data karena apabila terjadi perubahan pada subyek yang dikompresi dan tidak sesuai dengan tabel universal maka akan terjadi penurunan rasio kompresi secara signifikan. Akhirnya muncul modeling dengan menggunakan tabel yang adaptif, di mana tabel tidak lagi bersifat statis tetapi bisa berubah sesuai dengan kode. Pada prinsipnya dengan model ini, sistem melakukan penghitungan atau scan pada keseluruhan data setelah itu barulah membangun tabel probabilitas kemunculan dari tiap karakter atau symbol.
Model ini kemudian dikembangkan lagi menjadi adaptive statistical modeling di mana sistem tidak perlu melakukan scan ke seluruh symbol untuk membangun tabel statistik, tetapi secara adaptif melakukan perubahan tabel pada proses scan karakter per karakter.

2. Dictionary Based Modeling
Jika statistical model pada umumnya melakukan proses encode simbol satu per satu mengikuti siklus: baca karakter  hitung probabilitas  buat kodenya maka dictionary-based modeling menggunakan mekanisme yang berbeda. Dictionary-based modeling membaca input data dan membandingkannya dengan isi dictionary. Jika sekumpulan string sesuai dengan isi dictionary maka indeks dari dictionary entry lah yang dikeluarkan sebagai output dan bukan kodenya. Sebagai perumpamaan dari dictionary-based dapat digunakan makalah ilmiah sebagai contoh. Saat kita membaca makalah ilmiah kita sering membaca nomor-nomor referensi yang bisa kita cocokkan dengan daftar pustaka di belakang. Hal ini mirip dengan proses pada dictionary-based modeling.

Klasifikasi Teknik Kompresi

  Entropy Encoding
Bersifat loseless
Tekniknya tidak berdasarkan media dengan spesifikasi dan karakteristik tertentu namun berdasarkan urutan data.
Statistical encoding, tidak memperhatikan semantik data.
Mis: Run-length coding, Huffman coding, Arithmetic coding

  Source Coding  
Bersifat lossy
Berkaitan dengan data semantik (arti data) dan media.
Mis: Prediction (DPCM, DM), Transformation (FFT, DCT), Layered Coding (Bit position, subsampling, sub-band coding), Vector quantization

  Hybrid Coding
Gabungan antara lossy + loseless
mis: JPEG, MPEG, H.261, DVI

Secara umum kompresi data terdiri dari dua kegiatan besar, yaitu Modeling dan Coding. Proses dasar dari kompresi data adalah menentukan serangkaian bagian dari data (stream of symbols) mengubahnya menjadi kode (stream of codes). Jika proses kompresi efektif maka hasil dari stream of codes akan lebih kecil dari segi ukuran daripada stream of symbols. Keputusan untuk mengindentikan symbols tertentu dengan codes tertentu adalah inti dari proses modeling. Secara umum dapat diartikan bahwa sebuah model adalah kumpulan data dan aturan yang menentukan pasangan antara symbol sebagai input dan code sebagai output dari proses kompresi. Sedangkan coding adalah proses untuk menerapkan modeling tersebut menjadi sebuah proses kompresi data.

  Coding

Melakukan proses encoding dengan menggunakan ASCII atau EBDIC yang merupakan standar dalam proses komputasi memberikan kelemahan mendasar apabila dilihat dari paradigma kompresi data. ASCII dan EBDIC menggunakan jumlah bit yang sama untuk setiap karakter, hal ini menyebabkan banyak bit yang ”terbuang” untuk merepresentasikan karakter-karakter yang sebenarnya jarang muncul pada sebuah pesan.
Salah satu cara mengatasi permasalahan di atas adalah dengan menggunakan Huffman-coding. Huffman-coding yang dikembangkan oleh D.A. Huffman mampu menekan jumlah redundancy yang terjadi pada sebuah pesan yang panjangnya tetap. Huffman-coding bukanlah teknik yang paling optimal untuk mengurangi redundancy tetapi Huffman-coding merupakan teknik terbaik untuk melakukan coding terhadap symbol pada pesan yang panjangnya tetap. Permasalahan utama dengan Huffman-coding adalah hanya bisa menggunakan bilangan bulat untuk jumlah bit dari setiap code. Jika entropy dari karakter tersebut adalah 2,5 maka apabila melakukan pengkodean dengan Huffman-coding karakter tersebut harus terdiri dari 2 atau 3 bit. Hal tersebut membuat Huffman-coding tidak bisa menjadi algoritma paling optimal dalam mengatasi redundancy ini.
Huffman-coding memang kurang efisien karena untuk melakukan pengkodean kita harus menggunakan bilangan bulat. Walaupun demikian Huffman-coding sangat mudah digunakan dan sampai awal era 90-an di mana prosesor komputer masih sulit untuk melakukan komputasi bilangan pecahan Huffman-coding dianggap paling rasional untuk diaplikasikan pada proses kompresi data. Setelah kelahiran prosesor yang mampu melakukan operasi bilangan pecahan dengan cepat maka banyak algoritma coding baru bermunculan dan salah satunya adalah Arithmatic-coding.
Arithmatic coding lebih kompleks dan rumit dibandingkan Huffman-coding, tetapi di sisi lain Arithmatic-coding memberikan optimalisasi yang lebih tinggi. Arithmatic-coding memungkinkan jumlah bit dalam pecahan karena arithmatic coding tidak bekerja per karakter dari pesan tetapi langsung pada keseluruhan pesan. Misalnya entropy dari karakter e pada pesan adalah 1,5 bit maka pada output code pun jumlah bit-nya adalah 1,5 dan bukan 1 atau 2 seperti pada Huffman-coding.

KOMPRESI DATA

PENGERTIAN KOMPRESI DATA

 Kompresi berarti memampatkan / mengecilkan ukuran
 Kompresi data adalah proses mengkodekan informasi menggunakan bit atau information-bearing unit yang lain yang lebih rendah daripada representasi data yang tidak terkodekan dengan suatu sistem enkoding tertentu.

 Contoh kompresi sederhana yang biasa kita lakukan misalnya adalah menyingkat kata-kata yang sering digunakan tapi sudah memiliki konvensi umum.  Misalnya: kata “yang” dikompres menjadi kata “yg”. Pengiriman data hasil kompresi dapat dilakukan jika pihak pengirim/yang melakukan kompresi dan pihak penerima memiliki aturan yang sama dalam hal kompresi data
 Pihak pengirim harus menggunakan algoritma kompresi data yang sudah baku dan pihak penerima juga menggunakan teknik dekompresi data yang sama dengan pengirim sehingga data yang diterima dapat dibaca / di-dekode kembali dengan benar
 Kompresi data menjadi sangat penting karena memperkecil kebutuhan penyimpanan data, mempercepat pengiriman data, memperkecil kebutuhan bandwidth
  Teknik kompresi bisa dilakukan terhadap data teks/biner, gambar (JPEG, PNG, TIFF), audio (MP3, AAC, RMA, WMA), dan video (MPEG, H261, H263)

Jenis Kompresi Data
Berdasar mode penerimaan data yang diterima manusia :
 Dialoque Mode: yaitu proses penerimaan data dimana pengirim dan penerima seakan berdialog (real time), seperti pada contoh video conference. Dimana kompresi data harus berada dalam batas penglihatan dan pendengaran manusia.  Waktu tunda (delay) tidak boleh lebih dari 150 ms, dimana 50 ms untuk proses kompresi dan dekompresi, 100 ms mentransmisikan data dalam jaringan
Retrieval Mode: yaitu proses penerimaan data tidak dilakukan secara real time
Dapat dilakukan fast forward dan fast rewind di client
Dapat dilakukan random access terhadap data dan dapat bersifat interaktif

Kompresi Data Berdasarkan Output :

Lossy Compression
Teknik kompresi dimana data hasil dekompresi tidak sama dengan data sebelum kompresi namun sudah “cukup” untuk digunakan.  Contoh: Mp3, streaming media, JPEG, MPEG, dan WMA.
Kelebihan: ukuran file lebih kecil dibanding loseless namun masih tetap memenuhi syarat untuk digunakan.
Biasanya teknik ini membuang bagian-bagian data yang sebenarnya tidak begitu berguna, tidak begitu dirasakan, tidak begitu dilihat oleh manusia sehingga manusia masih beranggapan bahwa data tersebut masih bisa digunakan walaupun sudah dikompresi.
Misal terdapat image asli berukuran 12,249 bytes, kemudian dilakukan kompresi dengan JPEG kualitas 30 dan berukuran 1,869 bytes berarti image tersebut 85% lebih kecil dan ratio kompresi 15%

Loseless
Teknik kompresi dimana data hasil kompresi dapat didekompres lagi dan hasilnya tepat sama seperti data sebelum proses kompresi.  Contoh aplikasi: ZIP, RAR, GZIP, 7-Zip
Teknik ini digunakan jika dibutuhkan data setelah dikompresi harus dapat diekstrak/dekompres lagi tepat sama.  Contoh pada data teks, data program/biner, beberapa image seperti GIF dan PNG
Kadangkala ada data-data yang setelah dikompresi dengan teknik ini ukurannya menjadi lebih besar atau sama

Berdasarkan tipe peta kode yang digunakan untuk mengubah pesan awal (isi file input) menjadi sekumpulan codeword, metode kompresi terbagi menjadi dua kelompok, yaitu :

(a)    Metode statik :
 menggunakan peta kode yang selalu sama. Metode ini membutuhkan dua fase (two-pass): fase pertama untuk menghitung probabilitas kemunculan tiap simbol/karakter dan menentukan peta kodenya, dan fase kedua untuk mengubah pesan menjadi kumpulan kode yang akan ditransmisikan. Contoh: algoritma Huffman statik.

(b)   Metode dinamik (adaptif) :
menggunakan peta kode yang dapat berubah dari waktu ke waktu. Metode ini disebut adaptif karena peta kode mampu beradaptasi terhadap perubahan karakteristik isi file selama proses kompresi berlangsung. Metode ini bersifatonepass, karena hanya diperlukan satu kali pembacaan terhadap isi file. Contoh: algoritma LZW dan DMC.

Hardware

Apa yang dimaksud dengan  Hardware?

Hardware adalah perangkat keras yang terdapat dalam komputer, pada sistem komputer terbagi atas tiga bagian utama yaitu :
Input Unit
Processing Unit
Output Unit

Input Unit
Input unit adalah bagian dari perangkat keras yang berfungsi sebagai alat untuk memasukkan data dan lain sebagainya ke dalam komputer, contoh perangkat input unit adalah :
Keyboard
Mouse
Camera Digital
Camera Video
Scanner
Camera CCTV
Barcode Scanner
Web Camera
Monitor Touch Screen, dan lain-lain.

Processing Unit
Processing Unit terkadang juga disebut juga CPU (Central Processing Unit) yang merupakan jantung dari komputer.CPU melakukan tugas utama seperti proses, perhitungan, logika, kontrol, pengaturan hubungan kinerja antarkomponen serta mengalokasikan tempat penyimpanan sementara maupun permanen.

Perangkat utamanya berupa chipset yang biasanya terdapat pada motherboard.
CPU memiliki 3 komponen utama yaitu :
1.Aritmatic & Logical Unit (ALU)
 Tugas utama ALU adalah melakukan perhitungan yang bersifat aritmatik serta melakukan keputusan dari operasi logika dan manipulasi bit sesuai dengan intruksi program.
2.Control Unit
 Berfungsi sebagai pengatur dan pengendali semua peralatan yang ada pada sistem komputer serta mengatur kapan alat input menerima data dan kapan alat output menampilkan di monitor
3.Main Memory
 Merupakan tempat atau media yang digunakan untuk menyimpan data yang akan atau yang sedang diolah oleh sistem komputer.

Output Unit
Output Unit merupakan perangkat keras yang berfungsi untuk menyajikan output dari proses yang sedang bekerja pada komputer. Contoh peralatan output :
Monitor
Printer
Projector
Speaker
Plotter
dll

Senin, 06 April 2015

Tugas SoftSkill Bahasa Indonesia

1. Jelaskan dengan contoh “ Penggunaan Bahasa Indonesia secara baik dan benar !“

Bahasa Indonesia Yang Baik
Penggunaan bahasa yang baik adalah sesuai dengan sasaran kepada siapa bahasa tersebut di sampaikan.
Hal ini harus disesuaikan dengan unsur umur, agama, status sosial, lingkungan sosial, dan
sudut pandang dari lawan bicara kita.
Dengan kata lain, bahasa yang kita gunakan harus sesuai dengan siapa kita bicara, sehingga tidak menimbulkan kesalah pahaman ketika berkomunikasi.
Contoh:
"Pagi, bro!" Digunakan dengan lawan bicara yang seumur dengan usia kita, tidak sopan bila dengan orang tua.

Contoh:
"Selamat Pagi, Pak" Digunakan dengan lawan bicara yang lebih tua atau seseorang yang kita hormati.

Bahasa Indonesia Yang Benar
Bahasa Indonesia yang benar diterapkan dalam bahasa tulis dan bahasa lisan yang sifanya resmi misalnya pada saat berpidato.
Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar mempunyai beberapa konsekuensi logis terkait dengan pemakaiannya sesuai dengan situasi dan kondisi.
Pada kondisi tertentu, yaitu pada situasi formal penggunaan bahasa Indonesia yang benar menjadi prioritas utama.

Contoh:
"Satu harganya berapa bang?" (sambil menunjukkan barang yang ditanyakan)
"Satunya Goceng"

Kalimat di atas merupakan Bahasa Indonesia yang baik, karena sesuai dengan situasi dan kondisi (Pembeli dan penjual dipasar). Walaupun kalimat tersebut tidak baku.
Tidak mungkin bahasa tersebut kita ganti dengan bahasa yang baku.

Contoh:
"Berapa harga buku ini satu buah bang?"
"Harga satu buah buku ini adalah lima ribu rupiah."

Hal ini tidak efektif karena pasti akan membutuhkan waktu yang lama dalam hal tawar menawar tersebut.

Lain lagi halnya dengan saat berpidato formal, dimana anda harus menggunakan bahasa Indonesia yang benar.
Juga saat berbicara dengan seseorang dari luar daerah kita. Contohnya antara orang Betawi dengan orang Ambon.
Mereka tentunya tidak bisa menggunakan bahasa daerah mereka saat berkomunikasi satu sama lain. Karena belum tentu orang Betawi mengerti bahasa daerah orang Ambon, juga sebaliknya.
Disinilah pemakaian bahasa Indonesia yang baku digunakan.




2. Berikanlah contoh fungsi bahasa sebagai alat komunikasi di dunia pendidikan !

"Suatu hasil pemikiran dan renungan seseorang akan disampaikan atau ditujukkan ke orang lain dengan menggunakan bahasa."

Fungsi ini membuat bahasa adalah media transer ilmu yang efektif dari guru ke ke murid. Peran bahasa sangat berperan pada pendidikan usia dini dimana pembentukan minat dalam pendidikan dimulai. Juga, bahasa digunakan sebagai media bertukar pendapat bagi murid dalam suatu rumusan masalah.